Beranda | Artikel
Cara Mensyukuri Uang 100 Ribu (edisi Desember 2012)
Selasa, 1 April 2014

Sebulan yang lalu, saya menganjurkan Anda semua untuk membelanjakan uang 100 ribu demi sebuah sepatu yang akan membantu Anda untuk memulai kebiasaan jogging di pagi hari. Terus terang saja, saya sendiri sudah “klik” dengan kebiasaan lari pagi ini meski masih sering bolong satu atau dua hari. Bagaimana dengan Anda sendiri? Sudahkah Anda sering jogging di pagi hari?

Apakah Anda sudah memulai kebiasaan jogging ataukah belum mungkin itu bukanlah masalah besar bagi saya. Sebagai penulis dan bagian dari sahabat pengusaha muslim, saya merasa sudah melakukan hal yang harus lakukan yakni memberitahukan Anda tentang sesuatu yang positif yang bisa Anda kerjakan dengan uang 100 ribu. Setiap bulannya. Nah di bulan Desember ini, di penghujung tahun 2012, saya kembali dengan sebuah ide tentang sebuah cara untuk mensyukuri uang 100 ribu. Apakah itu?

Proyek dari Ponpes Hidayatullah

Setelah sepatu, saya sempat bingung, kira-kira objek apa lagi yang bisa dibeli dengan uang 100 ribu namun bisa memberikan manfaat berkelanjutan untuk Anda semua. Saya geleng-geleng kepala sampai akhirnya saya mendapatkan sebuah proyek pembuatan website dari Pondok Pesantren Hidayatullah cabang Gorontalo yang berlokasi di Kelurahan Tenilo Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo.

Beberapa bulan yang lalu, Pak Abdul Malik Lakamutu, nama pengasuh Ponpes Hidayatullah, menawarkan sebuah ladang amal baru untuk saya. Beliau berkeinginan agar saya membuatkan sebuah situs resmi ponpes yang sudah diasuhnya. Situs ini, menurut beliau, nantinya dapat memberikan multi manfaat bagi ponpesnya. Pertama, untuk mempublikasikan kegiatan, berita dan aktivitas Ponpes Hidayatullah, baik yang bersifat internal maupun eksternal. Kedua, sebagai media bagi Ponpes Hidayatullah untuk menarik simpati dan empati dari para donatur yang tertarik untuk ikut serta dalam pengembangan ponpes yang dihuni oleh tujuh puluhan santri putri ini (yang beberapa di antaranya berstatus sebagai anak yatim piatu). Ketiga, sebagai sarana belajar bagi para santriwati, pengurus, dan pengasuh ponpes mengenai teknik pembuatan situs di internet serta metode perawatan dan pengembangannya. 

Sebagai seorang sarjana ilmu komputer yang pernah mendapat job pembuatan situs, saya dengan senang hati menerima tawaran ini. Hati saya berujar bahwa dengan membantu pengembangan situs ini, setidaknya saya akan “dipaksa” untuk belajar lagi mengenai WordPress, aplikasi berbasis web yang biasanya saya comot saat mendapatkan perintah atau order pembuatan situs. Di samping itu, sebagai seorang muslim saya juga senang dengan prinsip kerja (baca: dogma) para pengurus dan pengasuh Ponpes Hidayatullah. Mereka sering bilang kepada saya, “barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah pasti akan balas menolongnya.” Wow, that sounds interesting ….

Masalah biaya

Saat hendak memulai prosesi pembuatan situs, dana biasanya menjadi kendala umum. Dan Pak Malik juga sempat malu-malu menanyakan hal ini kepada saya. “Kira-kira, berapa biaya yang kita butuhkan untuk membuat situs ini Mas?”

Awalnya saya menjelaskan kepada beliau bahwa sebenarnya kita bisa saja membuat situs untuk Ponpes Hidayatullah tanpa biaya sama sekali menggunakan layanan yang diberikan oleh WordPress.com. Tapi dengan catatan bahwa nama domainnya nanti bakal dibubuhi wordpress.com. Jadi misalkan nama domain yang disukai Pak Malik adalah “alhikmah”, maka domainnya akan menjadi “http://alhikmah.worpdress.com”. 

Mendengar penjelasan pertama saya tadi, Pak Malik sebenarnya sudah bahagia namun beliau tampaknya lebih bahagia lagi setelah mendengar paparan lanjutan dari saya.

Opsi kedua selain dari cara sebelumnya adalah tentu saja dengan meregister domain yang kita sukai. Jadi, alih-alih menggunakan imbuhan wordpress.com, kita bisa meregister nama domain yang kita sukai seperti www.alhikmah.com atau www.alhikmah.org dengan biaya di kisaran 100 ribuan saja. “Wah, bisa itu pak!” ujar Pak Yusuf, salah seorang pengurus Ponpes Hidayatullah lainnya dengan semangat tinggi. 

Selain biaya pendaftaran, masih ada juga biaya lain yang masih harus ditanggung oleh mereka yang hendak membuat situs, yakni biaya hosting. Tapi untuk yang satu ini Anda atau Pak Abdul Malik tidak perlu khawatir karena di Indonesia ada begitu banyak perusahaan penyedia hosting yang berani memberi harga miring. Di daerah Jawa saja, saya sudah mencatat ada dua perusahaan penyedia hosting yang mau menerima pembayaran biaya hosting sebesar Rp 10.000 – Rp 12.500/bulan untuk 50 – 100 MB web space. Itu jumlah yang relatif kecil untuk situs populer, tapi sangat masuk akal untuk situs-situs lembaga non profit yang jumlah pengunjungnya mungkin masih di bawah 1000 kunjungan per hari. 

Akhirnya, setelah melalu proses musyawarah yang dipenuhi keakraban, saya bersama pengurus ponpes hidayatullah bersepakat untuk mendaftarkan nama domain situs sesuai dengan kesepakatan kami pada saat berdiskusi. Plus menyewa web space di situs penyedia hosting dengan paket pemula atau standar yang biayanya mungkin di bawah 200 ribu per tahun. Saya sendiri selaku pengemban amanah ini tentu saja tidak berkeberatan untuk menyumbangkan uang 100 ribu dari gaji saya di bulan Januari 2013 nanti untuk keperluan pembuatan website ini. Bagi saya, uang 100 ribu dalam bentuk nama domain merupakan sebuah sedekah yang unik karena sedekah semacam ini tidak hanya akan berbuah pahala tapi juga sebuah karya. Mudah-mudahan Allah memberkahinya. Amin ya robbal’alamin.

Penutup

Di kota tempat tinggal Anda saat ini, saya berasumsi bahwa di sana juga hampir pasti ada lembaga sosialnya. Bisa berupa panti asuhan, panti jompo, palang merah, badan komunikasi pemuda remaja masjid, dan sejenisnya. Anda yang bisa membuat situs di internet tampaknya juga bisa memanen amal dari cara seperti di atas; menawarkan diri Anda untuk membuatkan situs bagi lembaga sosial tersebut sekaligus mendaftarkan nama domainnya. Kalau Anda berani mengambil tugas ini, siapa tahu Anda bisa lebih sukses dengan pekerjaan maupun proyek Anda di tahun 2013 mendatang karena seperti kata para pengurus Ponpes Hidayatullah, “barang siapa yang menolong agama Allah, maka Allah akan balas menolongnya.”

Ayo kita buktikan! Ingat, cuma dengan 100 ribu lho …. Tunggu apa lagi.


Artikel asli: https://pengusahamuslim.com/3265-cara-mensyukuri-uang-1736.html